Assalamu’alikum Wr Wb.Alhamdulillah sobat and sobit blogger setelah sepekan lamanya saya menghilang dari “dumay†,kini dapat hadir kembali untuk berselancar dialam maya dan bertemu dengan sobat and sobit blogger semua, dan saya yakin bahwa sobat and sobit blogger semuanya sedang dalam keadaan sehat wal a’fiat Amiin.
Sebenarnya postingan kali ini adalah merupakan sambungan dari postingan sebelumnya yaitu yang berjudul “HUT RI KE 69†disana menceritakan berbagai macam perlombaan untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI yang ke 69.sebagai puncak dari acara tersebut adalah semua karyawan dan karyawati dan juga masyarakt sekitar turun kejalan untuk melaksanak Kerja bakti.dan itu semua telah dilaksanakan tadi pagi dengan sukses aman lancar serta terkendali pastinya.
Acara rutin tahunan yang satu ini yang paling dinantikan adalah makanan tradisional yang disajikan oleh panitia penyelenggara disetiap acara resmi maupun tidak resmi yaitu “ Polo Pendemâ€,polo pendem adalah berbagai macam umbi-umbian yang direbus / dikukus untuk makanan camilan pada jam istirahat sebagai teman minum teh manis panas,dibawah ini sedikit penjelasan yang namanya Polo Pendem.
Polo pendem adalah makanan tradisional jawa yang diambil dari dalam tanah ,seperti umbi-umbian yang layak dimakan,diantaranya :ketela pohon / kaspe ( siongkong ) ketela rambat /telo ( ubi boled ) mbothe / talas, bentol ,ganyong kacang ose ( Kacang tanah ) dan masih banyak yang lainya , pokoknya sejenis umbu-umbian yang biasa ditanam di kebun para petani.
Pilosofi polo pendem
- Bagi sebahagian masyarakat jawa tanah itu merupakan sesuatu yang sangat sakral,karena dari dalam tanah manusia bisa mengambil atau mendapat makanan untuk hidup sehari-hari seperti umbi-umbian.
- Tanahadalah melambangkan asal muasal kehidupan ( Manusia berasal /diciptakan dari tanah )begitupun yang namanya polo pendem juga berasal dari dalam tanah.
- Mengajarkan generasi penerus agar tidak terlalu bergantung pada satu makanan poko saja ,karena yang namanya polo pendem itu sangat banyak macamnya.dan salahsatu diantarnya dapat dijadikan makanan pokok.
- Mengajarkan kepada generasi yang akan datang agar bisa hidup lebih sederhana,artinya hidup tidak terlalu berpoya-poya
- Dalam adat jawa telo memiliki filosofi yaitu “netheli barang sing olo†artinya menanggalkan hal-hal yang buruk,sedangkan ketela pohon atau kaspe memiliki filosofi “karepe sepi ing pamrih†yang artinya berniat melakukan sesuatu tanpa pamrih.
Demikian sekilkas tentang Polo Pendem menurut orang-orang yang saya tanya kemarin.kurang dan lebihnya saya mohon maaf saja karena hanya itulah yang bisa dibagikan kali ini,semoga ada guna dan manfaatnya untuk kita semua.
Terimakaisih
Dede Thea
Peristiwa dalam Gamabar di acara puncak "memeriahkan H U T RI ke 69"
EmoticonEmoticon